MANUSIA DAN HARAPAN

Pengertian Harapan
Harapan adalah harapan emosional pada hasil akhir yang berkaitan dengan kejadian dan keadaan hidup. Harapan membutuhkan tingkat ketekunan yang diyakini sebagai sesuatu yang mungkin terjadi bahkan ketika ada kompilasi yang ditunjukkan sebaliknya.
Setiap manusia memiliki harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia yang mati dalam hidup. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan pada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu upaya dengan sungguh-sungguh.
Persamaan harapan dan cita-cita: 
* Merujuk masa depan yang belum terwujud 
* Pada umumnya dengan cita-cita harapan orang demi hal yang lebih baik atau meningkat.
Contoh-contoh harapan:
1.seorang siswa yang ingin mengikuti ujian nasional berharap akan mendapatkan nilai Ujian dengan nilai yang baik 
2.seorang bisnisman yang ingin memenangkan tander untuk perusahaannya 
3.seorang ibu yang berharap dapat menjadi anak yang sukses dan berguna untuk lingkungan dan bangsanya 
4.seorang mahasiswa yang dapatkan nilai IPK yang tinggi
Apa Penyebab Manusia Mempunyai Harapan
Penyebab manusia memiliki harapan: 
1) Dorongan kodrat 
2) Dorongan kebutuhan hidup 
3) Kelangsungan hidup (survival) 
4) Keamanan 
5) Hak dan sukses diterima dan discintai 
6) Status 
7) Perwujudan cita-cita
Pengertian Doa
Hakikat doa menunjuk pada kita kepada Tuhan dan berlepas diri daya dan upaya mahkluk. Doa juga merupakan lambang kelemahan manusia, di dalamnya terkandung doa terhadap Tuhan. 
Macam - macam doa: 
* Doa untuk orang tua 
* Doa untuk kemudahan rezeki 
* Doa untuk orang sakit 
* Doa untuk orang mati, dll
Contoh doa: 
Ya Allah cukuplah aku dengan rizki-Mu yang halal (meminta aku terhindar) dari yang haram perkayalah aku dengan karuniamu (meminta aku tidak meminta) kepada selain-Mu (HR: At-Tirmidzi).
Pengertian Kepercayaan
Kepercayaan yang diterima dari kata percaya, yang disetujui atau yang akan diyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Tiga teori kebenaran:
1) Teori Koherensi atau konsistensi yang menentukan 
benar ketika menyetujui itu koherensi atau sesuai dengan yang disetujui - yang sebelumnya dianggap benar.
2) Teori Korespondensi 
Suatu teori yang membahas tentang materi yang dikandung Berkorenponden (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh yang dimaksud.
3) Teori Pragmatis 
Kebaikanran yang menentukan dengan kriteria yang diajukan tentang fungsionalitas dalam kehidupan praktis.
Kepercayaan dan Usaha Untuk meningkatkannya
Empat kepercayaan dibedakan menjadi: 
1. Kepercayaan pada diri sendiri 
Kepercayaan ini ditanamkan stiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya Percaya pada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kepercayaan pada orang lain 
Percaya kepada orang lain dapat dipercaya bagi saudara, guru, atau siapa saja. Perbuatan yang sesuai dengan kata hati atau terhadap kebenarannya.
3. Kepercayaan terhadap pemerintah Karena semua adalah ciptaan tuhan, semua mengemban kewibaan, pengenman tertinggi adalah raja yang secara langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan. Pandangan politik mengatakan bahwa kedaulatan adalahn dari rakyat kewibawaan pun milik rakyat. Kedaulatan Ganda pada Negara, demikian Negara disebut Totaliter Negara.
Kepercayaan ini berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.Poedjawiyatna Negara itu berasal dari tuhan. Tuhan yang langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak - tidaknya Tuhanlah yang memiliki kedaulatan sejati.
4. Kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Kuasa 
Dari semua kepercayaan, kepercayaan ini sangat penting karena manusia bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan brarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu sangat penting, karena merupakan tali yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya.


Usaha manusia untuk meningkatkan rasa percaya pada Tuhannya : 
Berbagai upaya yang dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung pada kondisi pribadi, interaksi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain: 
a) meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah. 
b) Meningkatkan pengabdian kita untuk masyarakat. 
c) Meningkatkan kecintaan kita pada manusia yang suka menolong, dermawan, dan sebagainya. 
d) Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan. 
e) Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANUSIA DAN KEGELISAHAN